Film yang di sutradarai oleh Putrama Tuta ini akan saya review dengan cara to the point untuk menghindari spoiler dan memudahkan komunikasi arti ke pembaca.

1)Point Positif
A. Hubungan Keluarga Ahok yang merupakan keluarga keturunan Tionghoa di Belitung Timur disajikan dengan luwes. Bahasa yang digunakan yaitu Melayu, Indonesia, dan Mandarin diucapkan baik antar keluarga maupun masyarakat sekitar, disajikan dengan mengalir. Hal ini membuat kita mengenal dan menghargai keberagaman di wilayah Kepulauan Bangka- Belitung.
B. Film berhasil menggambarkan bahwa kepribadian yang dimiliki Ahok adalah asli karena di tempa oleh keluarganya terutama ayahnya Kim Nam serta ibu dan saudara-saudarinya, terutama dalam menghadapi permasalahan internal maupun eksternal.
C. Penyajian film secara keseluruhan termasuk rapi dan modern.

2)Point Negatif
A. Film ini adalah drama bukan dokumenter walaupun berdasarkan dengan buku yang berjudul sama dan telah di approve oleh keluarga , namun ternyata film ini lebih mengutamakan efek dramatisasi dan bahkan sebenarnya banyak adegan yang dipotong karena dinyatakan oleh adik ahok Fifi Lety Indra bahwa film kurang sesuai dengan kenyataan terutama sang ayah jadi ambil nilai positifnya saja.
B. Pendekatan “bukan politik” terhadap tokoh politik membuat sebagian akhir film yaitu ketika ahok mulai masuk politik terasa memiliki impact yang minimal, padahal politik bukan hanya tentang partai dan pemilu namun pada dasarnya adalah ilmu untuk saling mempengaruhi demi sebuah tujuan.” Orang miskin jangan lawan orang kaya, orang kaya jangan lawan penguasa”, quote yang berada di film ini sebenarnya memiliki makna politik yang mendalam.

3)Hasil Akhir
Film ini layak di tonton karena memang dasarnya adalah untuk memanusiakan seorang ahok yang dimana kepribadiannya adalah asli dari interaksi keluarga maupun masyarakatnya serta contoh parenting bagi para ayah yaitu memberikan ilmu dan membantu mengarahkan tujuan anak, namun bagi anda yang mencari An in depth presentation ( presentasi yang mendalam) akan mengalami kekecewaan karena film ini mengutamakan dramatisasi interaksi daripada keaslian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.