(Gambar diatas dari kumparan.com)

Kartu Prakerja Masih Prajadi

Dari kartu yang ditampilkan diatas sepertinya yang bermasalah adalah kartu prakerja. Selain bentuk kartu yang sudah jadi belum ada sistem atau SOP yang menjadi tulang punggung kartu ini, jadi yang kita bisa lakukan hanyalah membuat skenario berdasarkan pernyataan yang tersedia ketika penulisan ini

Jokowi

“Bukannya memberikan gaji pada yang nganggur. Jadi kalau ada isu itu harus bisa jawab,” ujar Jokowi saat menjadi pembicara dalam Festival Satu Indonesia di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/3/2019).

“Ada insentif, tapi dalam kurun waktu tertentu. Ini untuk memacu supaya pemegang kartu ini bisa lebih semangat mendapatkan kerja. Bukan berikan gaji pada yang nganggur,” dilansir dari kompas.com ,””Jokowi: Insentif Kartu Pra Kerja Bukan Berarti Gaji untuk Pengangguran”, oleh Abba Gabrillin, (10/03/2019)

Sri Mulyani

“Itu (Kartu Pra Kerja) salah satu yang jadi isu atau pertimbangan dalam desain RAPBN 2020,” ujar Sri saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (6/3/2019).dikutip dari kompas.com “Sri Mulyani Sebut Kartu Pra Kerja Masih Dipertimbangkan Masuk RAPBN 2020”, oleh
Fabian Januarius Kuwado . (6/03/2019)

Karena belum ada tulang punggung yang bisa dibaca jadi kita hanya bisa bermain spekulatif, oposisi melaporkan kartu ini sebagai praktek politik uang karena menjanjikan sejumlah uang jika terpilih, penulis merasa kesulitan menilai tindakan ini karena kartu tetrsebut masih bersifat spekulatif implementasinya, jika disalahkan itu melanggar hak lapor suatu pihak pada elemen netral pemilu, jika dibenarkan karena masih level spekulatif jadi perlu pembuktian lebih lanjut mari kita pakai “Waras Di Masa Pemilu”

Scenario Waras Kartu Prakerja = Kartu Kuning + BLT Terbatas+ Pelatihan

gambar dari karyaone.co.id

Apa yang terjadi jika peserta Kartu Kuning dapat pelatihan dan uang berjangka ?. itulah kartu prakerja, seorang fresh graduates dari sma/smk dan universitas akan rajin membuat dan mengurus kartu kuning (Antar Kerja) , namun setelah gagal mendapatkan kerja karena berbagai alasan dia tidak lagi mengurusnya kecuali sudah pasti akan diterima kerja, dengan kata lain kartu kuning hanya menjadi syarat adminiistrasi tanpa manfaat yang pasti oleh karena sebab

Jika dilihat dari testimoni jokowi maka akan ada juga fitur pelatihan bagi yang mendaftar, namun belum lebih detail pelatihan apa yang dimaksud dan siapa saja yang akan bisa menggunakannya tentu beda peserta beda keperluan.

Bisakah Menjadi Solusi Pengangguran Indonesia ?

Permasalahan utama negara Indonesia adalah tumpang tindihnya birokrasi layaknya ketika membangun jalan / memperbaiki jalan sering ada proyek yang membongkar-pasang seperti dari PLN dan PDAM yang kadang membuat heran mengapa tidak bersamaan saja, Dalan hal ini minimal kartu prakerja bisa sebagai upgrade dari kartu kuning baru bisa dinyatakan bermanfaat karena datanya sudah ada namun dianggap tidak berguna

Pengangguran Indonesa menurut penulis terjadi karena 3 hal

A. Malas untuk mencari dan beradaptasi

B. Tidak ada pasar untuk keilmuannya

C. Dipecat oleh perusahaan karena kesalahan maupun karena perampingan di era kompetisi yang keras

Apapun Program itu setidaknya memberikan motivasi untuk mereka yang ingin mengubah nasib atau menambah ilmu baik yang fresh graduate atau yang umur dan lama nganggurnya “dilindungi oleh kode etik jurnalistik”