Gambar dibuat dari imgflip.com

Apakah itu Goverment Shutdown ?

Pemerintah Amerika Serikat tutup karena Kongres tidak dapat setuju atas Bill atau Anggaran untuk tetap menjalankan pemerintahan, dengan kata lain pemerintahan menutup jasa-jasanya sampai meliburkan para PNS nya

Hal Serupa sebenarnya pernah terjadi tahun 2013 ketika Ptesiden Obama membahas Affordable Care AcT atau yang lebih populer disebut Obamacare yang terjadi selama 15 hari dari 1 Octoher- 16 October 2013, yang akhirnya terdapat komptromi yaitu menaikkan batas pengambilan hutang Pemerintah Federal Amerika / Debt Ceiling ,dikutip dari polifact.com, ‘Obama 2013 and Trump 2018. Are the shutdowns the same? Not exactly‘. Jon Greenberg , ‘ (2/1/2019)

Namun Shutdown Trump dari 22 Desember 2018- 25 Januari 2019 memiliki perbedaan yang menonjol yaitu tentang Pembuatan Tembok Perbatasan / Border Wall  sejumlah 5,7 Milyar Dollar Amerika, dimana tembok ini adalah janji kampanye Presiden Trump sebagai solusi imigrasi ilegal

Siapa yang Salah ? dan Siapa yang Rugi ?

Fakta dari permasalahan ini sangatlah sederhana Presiden Trump dari Partai Republik tidak akan menandatangani anggaran yang tidak menyertakan Tembok senilai 5,7 milyar Dollar Amerika, sedangkan hal ini ditolak oleh Partai Demokrat yang menguasai DPR / House Of Representative

Sehingga tidak ada anggaran yang akan disetujui dan pemerintah terpaksa harus tutup, dan pada akhirnya 800 ribu Pegawai Federal harus bekerja tanpa gaji. Ini adalah gambaran paling simpel dari permasalahan ini.

Siapa yang Salah ?

Kalau di Indonesia ada istilah Cebong Vs Kampret, Di Amerika ada Kanan vs Kiri, persamaannya adalah basis masanya sama -sama tidak mau mengalah dan akan memutar isu untuk menguntungkan pihaknya sendiri tanpa mau bermusyawarah

Trump mewakili Partai Republik dan Kalangan Kanan ( Right-Wing) , pada perkembangannya di masa sekarang mereka memiliki pendekatan keras terhadap imigrant seperti Tembok Perbatasan , Pemisahan anak para ilegal immigrant / Child Seperation Policy , Mengakhiri status Dreamers   yaitu anak imgran ilegal yang dilindungi sementara selama masih dalam proses warga negara penuh

Sementara Partai Demokrat ( Left-Wing) yang menguasai DPR mempertahankan kebijakan obama seperti ObamaCare dan status Dreamers , serta kebijakan imigrais yang lebih komperhensif dan berprikemanusiaan.

Siapa yang Rugi ?

Masyarakat Umum , 800 Ribu Pegawai yang gajinya tertunda akan menghadapi permasalahan terutama yang mencicil hutang atau sewa tempat tinggal. Taman Nasional tidak di danai menjadi kotor. Pengadilan , Penjara dan FBI tidak didanai meningkatkan resiko keamanan, Coast Guard/ penjaga pantai serta pegawai kecil lainnya harus mencari makan sendiri melalui donasi .dilansir dari bbc.com ,’ShutdownStories: The impact of the government shutdown, ‘ (24.01/2019)

Pelajaran Bagi Indonesia

Perbedaan pendapat tanpa moderasi/ kompromi hanya akan menciptakan blok-blok yang kaku dalam masyarakat dimana didalamnya narasi kebencian dan tanpa data atau bahkan HOAKS akan dikembangbiakkan, Mari Bangkitkan Semangat Musyawarah dan Kompromi