(gambar dari tribun jabar)

“Korban Banjir kok di bahas di page politik ga ada bahan lain apa ?”

“Kalo solusinya udah jelas mah ga akan di bahas , namun namanya jakarta.. Ibu Kota… sedikit yang tidak berhubungan dengan politik”

Kita to the point aja

A. Munculnya Narasi ” Gubenur Seiman vs kafir”

Netizen sepertinya membandingkan Gubenur Anies dan Ahok tentunya dengan nada yang jauh dari sopan

Respon Saya : Dalam Konstitusi Tidak ada yang melarang non mayoritas untuk maju dan tidak ada yang mendikte pilihan mayoritas harus memilih mayoritas sendiri tersebut

Karena dalam aturan yang berlaku syarat utama adalh beriman kepada tuhan yang maha esa dan mengutamakan “karya” / program dari pada politik identitas semata. serta terpilih secara LEGAL melalui pemilu.,

Jadi Anies Baswedan adalah Gubenur Yang Sah dan harus dihormati

B. Masyarakat Jakarta Perlu Solusi

Jakarta atau lebih tepatnya jabotabek adalah wilayah panggung kompetisi tingkat tinggi baik dalam sisi ekonomi maupun politik,Masyaratknya adalah masyarakat yang memiliki pengalaman poilitik yang mapan , :

“hiruk pikuk era bung karno”
“di anak emaskan orde baru”
“Tragedi 1998”
“hiruk pikuk reformasi”

Hal ini membuat bahkan mereka yang #misqueen namun hidup sejak orde baru minimal memiliki pengalaman sebagai saksi sejarah.

Sebagai “orang daerah” saya percaya bahwa masyarakat jakarta memiliki keterbukaan pikiran atas solusi karena kedewasaan berpolitik yang lebih maju. Serta Pemda yang “tidak mungkin kurang dana”

Mari kita berdoa untuk yang terbaik bagi mereka yang terkena banjir dan juga pada bangsa secara keseluruhan