(gambar diatas dari cakrawarta.com)

Kita pakai contoh cerita saja

“Min,sebutan untuk orang bukan islam apa ? “
” Non Muslim, kalau WNI ya saudara non muslim”
“Menurut Al-Qur’an ?”
” Kafir”
” AHHAHA ,ketahuan kamu intoleran, Laporkan”
” Dalam Al-Qur’an ada surat al kafirun,yang diiakhiri “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

” Kenapa ga pakai istilah itu aja, kan sudah ditulis ? “
” Hidup di negara majemuk memerlukan skill komunikasi yang tinggi biar sukses… kecuali anda memang tidak butuh mereka yang berbeda”

Hidup Di negara majemuk memerlukan skill komunikasi yang tinggi.kecuali mereka yang merasa tidak perlu untuk berkomunikasi dengan yang beda

“Apakah anda bisa sukses dengan kerabat kerja anda dengan menyebut dia kafir ?”, menimbang makna kata ini di zaman now bersifat menyerang yang bukan golongannya terutama di sosmed