Terlalu semangat jadi lupa detail kemudian diserang, dan yang menyerang belum tentu salah karena pidato tersebut terlalu umum terutama perda injil dan syariah

Pada Tanggal 11 November 2018 PSI merayakan ulang tahun ke 4 nya di ICE BSD Tangerangi Ketua Umum PSI Grace Natalie menyatakan 3 hal prioritas utama PSI jika duduk di parlemen yaitu :
a. Akan Menjaga Jokowi dan para reformis yang bersih.
b. Menjaga anggaran agar tidak bocor.
c. Menolajk segala jenis intoleransi serta “Menolak Perda Injil dan Syariah, agar tidak ada rumah ibadah yang ditutup paksa.”
Point C ini membuat PSI diserang oleh beberapa tokoh masyarakat bahkan telah dilaporkan oleh Eggi Sudjana pada tanggal 16 November 2018 karena dianggap anti agama terlebih situasi pemilu yaitu PSI yang pro paslon 1 Jokowi-Ma’Aruf tidak membuat situasi jauh dari membaik.

Kehebohan ini terjadi karena PSI menyatakan secara terlalu umum dan tidak ada konteks yang jelas sehingga bisa dipersepsikan atau bahkan diputar bahwa PSI melawan semua perda injil dan syariah, persepsi muncul karena memang penyajian pidato yang sangat umum dan abu-abu terutama point C diatas dan pertanyaan seperti perda yang mana ?, lalu di aceh bagaimana ? Tidak dijelaskan lebih lanjut di panggung namun baru dijelaskan melalui jumpa pers di hari –hari berikutnya sejalan dengan memanasnya isu psi anti agama.

PSI memang sedang bermain api karena sedang mencari suara di pemerintahkan dan melupakan salah satu hal penting dalam membahas kebijakan publik termasuk peraturan daerah yaitu bahaslah per kasus dan jangan sampai mengeneralisir karena tidak semua daerah sama dan beberapa kebijakan daerah lahir dari masyarakat (bottom-up) selain juga dari pemerintah (top-down).

Gambar dan sumber tambahan dari

Penjelasan Sikap PSI mengenai Perda Agama