Prabowo Mengahdiri Reuni akbar 2 Desember 2017 di monas (Gambar Dilansir dari http://wow.tribunnews.com,(2/12/2018)

Reuni 212 2018 telah berlangsung dan ini adalah pandangan ga repotnya :

A. Berjalan dengan tertib dan aman, namun masih ada kontroversi jumlah peserta
Reuni Dilaksanakan dengan bersih dan tertib serta ada tindakan nyata dari rombongan untuk memebrsihkan sampah setelah selesai, walaupun banyak juga laporan netizen yang mengeluh terutama dari cara rombongan datang terutama penumpang kereta yang memaksa masuk ke gerbong wanita seperti yang dilansir di metro tempo.co (3/2/2018) yang berrjudul “Reuni Akbar 212 Usai, Peserta Aksi 212 Pria Paksa Masuk ke Gerbong Wanita”, pihak KAI telah melakukan upaya penertipan agar situasi menjadi kembali kondusif .
Junlah peserta kembali menjadi perbincangan, Ketua Panitia 212 Ustaz Bernard Abdul Jabbar menyatakan bahwa jumlahnya mencapai 8-10 juta orang, sementara Capres Prabowo Subianto menyatakan kalau yang hadir adalah 13 Juta orang dan menyindir media karena lalai dalam meliput Dilansir dari Tempo.co (18/2/2018), hal ini tentu saja membuat banyak sekali perdebatan di kalangan netizen namun pada dasarnya selama tidak ada absensi tidak ada bukti hitam di atas putih sehingga semua bebas membenarkan maupun menyangkal.

B. “LowKey “ Promosi Calon Presiden ?
“Lowkey” berarti memasukkan secara halus dimana walaupun tidak ada yel-yel kampanye namun tidak sedikit yang menilai bahwa ini adalah moment kampanye halus salah satu Calon Presiden terutama dari fakta bahwa Presiden Joko Widodo batal diundang padahal dia adalah Pemimpin Sah Negara seharusnya undangan tetap diberikan dan persoalan datang -tidaknya beliau adalah urusan berbeda.Diundangnya Prabowo dan dicabutnya undangan Jokowi membuat spekulasi kampanye halus ini bukan hanya dugaan liar semata

C. Menginspirasi 812 Di Malaysia ?
Aksi 812 Di Malaysia adalah tentang Ratifikasi ICERD (International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination), mereka berdemonstrasi karena menganggap ICERD mengikis kekuasaan etnis melayu, namun akhirnya Pemerintahan Mahathir Mohammad tidak jadi meratifikasi dan gerakan ini berubah tujuan dari menentang menjadi perwujudan rasa syukur.Dugaan pemerintah Malaysia adalah bahwa gerakan ini ditunggangi oposisi dengan tujuan untuk mengalihkan isu korupsi Mantan Perdana Menteri Najib Razak yang kembali ditangkap 10 Desember 2018 dilansir dari detiknews.com (10/12/1018). Pendapat tentang keterkaitan dua gerakan ini memiliki 2 citra yaitu
A. Citra Nama: Bahwa yang sama hanyalah model penamaan yang dipakai aksi saja
B. Citra Tujuan : Persamaan membela islam dari pihak yang ingin menganggu keutamaannya di negara, dimana di Malaysia Islam adalah Agama Resmi sedangkan di Indonesia Islam adalah salah satu agama resmi dan juga mayoritas

Reuni 212 2018 akhirnya adalah gerakan damai,tertib,dan manusiawi, manusiawi karena manusia tetap ada salahnya