gambar dari kompas.com

Iya betul Jokowi menyampaikan data yang berbeda dari yang dicatat dari BPS , 180.000 ton Import Jagung yang diklarifikasi untuk pakan ternak ,sementara BPS mencatat 737.288 ton, asal impor terbesar berasal dari Argentina sebanyak 326.580 ton, Brasil sebesar 222.578 ton, dan Amerika Serikat (AS) sejumlah 186.142 ton. dikutip dari cnbcIndonesia.com, Clear ?

Tentang beras juga ada perbedaan data dari BPS dan Kementan,, Jokowi memakai data BPS, surplus 2,85 juta ton ,sedangkan menurut Kementan surplusnya 13,03 juta ton ( yang dipakai di twitter kompas data), Perbedaan ini memang seharusnya dijelaskan tapi sepertinya tidak ada yang menjelaskan , apakah perbedaan perspektif atau ada ilmu yang tidak diketahui umum

Setelah kita Clear dari Perbedaan data ( kalau ada yang kurang boleh masukkan ke comment ) mari ke pembahasan yang dasarnya sangat minim”

A. Energi Renewable :okowi pada dasarnya menyatakan akan melanjutkan dari B20 ke B100 dan prabowo dasarnya menyetujui serta menaikan jumlah kebun plasma, dan diversifikasi Energi Renewable.

Namun hal ini dikritik oleh Mansus Darto, Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) bahwa inti permasalahan sawit bukanlah kenaikan jumlah kebun plasma dan juga menanggapi B100 Jokowi perlu perencanaan yang matang , permasalahan sawit sebenarnya adalah SDM,Akses ke 4.0, serta kejelasan posisi petani agar supply tidak di dominasi perusahaan besar.dikutip tribunnews.com,”. Dengan kata lain petani sawit harus yang diutamakan bukan para pengusaha besar.

B. Online Marketplace 4.0, Jokowi mengutip tanihub.com, website ini nyata. namun tingkat kesuskesan 4.0 pangan ini BELUM admin temukan datanya, diasumsikan SDM petani masih belum terbina untuk hal ini.

C.Kelautan : Prabowo Menyatakan bahwa masih banyak nelayan yang tidak mendapatkan akses, Jokowi menyatakan bahwa 10 GT sudah tidak perlu izin dan telah ada bank mikro serta telah incognito ke tambak Lorok (yang telah diklarifikasi), Menteri Susi Berkomentar Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang meningkat , data dikutip dari msn.com

2014: 104,63

2015: 106,14

2016: 108,24

2017: 109,85

Juni 2018 : :113,52 ( dari KKP)

Merujuk Bite Size bag 1 , tema yang diajukan Prabowo adalah Swasembada ( Kalo Lokal bisa kenapa Import), admin berpendapat kalau ia membangun narasi ini dari kehebohan import beras 2018 yang dekat dengan panen raya dimana akan import 500.000 ton yang akan di taruh di bulog pada tahun itu, Inilah yang admin maksudkan dengan “PERASAAN”

Ketahanan Pangan haruskah tidak import ?, adalah pembicaraan sulit dan sudah lama yang biasanya selalu muncul ketika pemilu kemudian menghilang.

Ketahanan Pangan meliputi

A Stock, barang ada
B. Akses : Bisa di beli
C Pemanfaatan : Bisa Diolah
D. Stabilitas : Tidak ada bencan dan musim mendukung proses-proses diatas

Dalam Hal ini jokowi lebih rinci karena menyatakan import perlu untuk kestabilan harga di masyarakat,