gambar LRT palembang, dari dokumentasi kemenhub

Pembahasan ini adalah yang paling GAMPANG….. di tuduh kampret ataupun Cebong.

Kita harus mengapresiasi bahwa pembangunan di era jokowi memang sangat digenjot contohnya Palapa Ring yang seharusnya membuat orang #misqueen bisa mengakses internet untuk mendapatkan akses ke pasar online maupun ilmu -ilmu ketrampilan., serta mampir ke page dan website admin

Juga Dana desa 187,7 T 2015-2018 (yang masih harus di evaluasi aplikasinya ), serta 191.000 Km jalan desa yang terbukti dan bahkan sampai ada yang menganggap bisa mengelilingi bumi.

“Uhuk… Tol Laut kurang dibahas…. uhuk “( sambil batuk batuk)

Serta Tol Trans Jawa sewajarnya di Review pada saat mudik 2019 ini.

Serangan Prabowo adalah bahwa pembangunan infrastruktur di Era ini terkesan grasa grusu dan tanpa pertimbangan yang matang dan membawa LRT Palembang dan Bandara Kerta Jati sebagai contoh.

LRT Palembang memang rugi 9 Milyar /Bulan,dimana pemasukan hanya 1 M sedangkan operasi 10 M,Hal ini lantas membuat Menteri Perhubungan (Menhub) gerah, hingga akhirnya angkat bicara.

“Kita nggak usah ngomong soal untung-rugi karena secara umum angkutan ini untuk masyarakat,” kata Menhub RI Budi Karya Sumadi saat ditemui di Palembang, dikutip dari jawapos.com, 12 Februari 2019.

Bandara Kertajati juga masih belum sesuai dengan harapan, ramai namun masih jauh dari harapan.

Saat hari biasa (weekdays) masih berada pada kisaran 50%. Sedangkan akhir pekan (weekend) sekitar 70%. “Rata-rata weekend yang cukup bagus load factor-nya. Weekdays masih kurang,” ujar Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat Virda Dimas Ekaputra dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (11/12/2018).dilansir dari cnbcindonesia.com,

Respon Menhub :
“Tidak ada yang grasak-grusuk, tidak bermaksud menyangkal tapi pernyataan itu tidak benar,” kata Menhub Budi kepada Tribunnews.com di kantor Kodim di Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (18/2/2019).

“Pertama kalau ngomong Kertajati, itu bukan inisiatif pusat. Itu inisiatif pemda Jabar. Semula lokasinya di Krawang, pemda Jabar minta ke Kertajati,” jelas Budi.

“Kedua setelah di Kertajati kita minta kecil saja, pemda Jabar minta besar. Kita kan enggak enak kalau ngomongnya, tapi karena saya yang ngalamin saya harus nyatakan,” lanjutnya.

“Tapi walau begitu, kita tetap tanggung jawab Kertajati akan menjadi besar karena ada Patimban, Kertajati dan Cirebon. Itu akan menjadi tempat paling strategis,” ucap dia., dikutip dari tribunnews.com ( 18/02/2019)

Tentang sengekta lahan, admin hanya mendengar pak Jokowi bilang “Hampir Tidak Ada” bukannya tidak ada, boleh di koreksi

Secara objektif sebenarnya Pak Jokowi dan Pak Prabowo memakai prinsip yang berbeda dan tidak ada yang auto salah

Jokowi : Long Term, bahwa di masa depan proyek-proyeknya akan membuahkan hasil, cuma perlu pembiasaan.

Prabowo : Short Term “Rakyat untuk infrastruktur”…. maksudnya mungkin kemewahan yang ditanggung rugi oleh rakyat, dan memang kasus yang ditunjukkan masih belum ada hasil positif nya.

Admin tidak akan menjudge pilihan anda yang pro 1 dan pro 2, karena ketika membeli sesuatu kita pasti akan memikirkan jangka panjang dan jangka pendeknya