(gambar dari detiknews.com)

Kok Judulnya remeh dan ga akademis min ?

Bro, teman curhat yang tulus mempengaruhi masa depan seseorang, disini paslon terlihat menggunakan emosi dan memaksimalkan kesan kepada masyarakat indonesia, terutama paslon 2 Prabowo

Dan layaknya curhat kecendrungannya adalah pengulang-ulangan materi sebagai cara untuk menyatakan ini lo point saya

Curhat 1 : Ideologi, Ajang Curhat

Prabowo : Saya tidak pro khilafah, pendidikan pancasila penting dari sd
Jokowi : Saya Tidak Pro PKI, harusnya dari paud dan kekinian

Ini Aja intinya ?… ada yang punya tambahan

Curhat 2 : Pemerintahan, Jokowi Lebih Kongkrit, Prabowo mengutamakan Kenaikan Gaji

Jokowi : E- Governance Penting biar cepat dan transparan sehingga tidak di korupsi, Dilan : Digital Melayani

Prabowo : Teknologi tinggi tapi rakyat sengsara miskin untuk apa ?. peningkatan gaji dengan salah satunya meningkatkan tax ratio adalah solusi utama

Curhat 3 :Keamanan dan Pertahanan, Seru tapi intinya sedikit

Jokowi : Divisi 3 kostrad di perbaatasan, radar sudah meliput semua, Saya Percaya TNI, investasi industri senjata

Prabowo : Divisi baru tanpa peluru untuk apa ?, juga menyerang ABS (Asal Bapak Senang) dijajaran TNI, peningkatan Belanja APBN untuk pertahanan

“Saya Lebih TNI dari banyak TNI “, admin melihat dengan positif thinking arti dari “Banayk TNI” adalah personil yang ABS tersebut

Curhat 4 Hubungan Internasional, Prabowo Lebih unggul dari konseptual

Jokowi : Aset terbesar kita adalah penduduk muslim terbesar dan dipercaya untuk menengahi Kasus Rohingya, tidak akan ada perang

Prabowo : lebih unggul karena menyatakan Kepentingan Nasional, esensi penting dari diplomasi, mnenyatakan kembali pentingnya persenjataan dan kesiapan perang negara, mencontoh singapura yang memiliki militer yang lebih canggih

Kritik untuk Jokowi pada kasus ini adalah bahwa keuntungan diplomatik kita sebetulnya adalah keanekaragaman dimana karena 6 agama diakui sehingga bisa jadi pioneer diplomasi ke negara dimana salah satu dari 6 agama tersebut adalah mayoritas, contoh Sederhana

Islam : Timur Tengah,Malaysia, Brunei
Catholic dan Protestan: Eropa ,USA, Filipina
Hindu : India
Budha : India , China, Singapura, Thailand
Konghucu :Untuk warga Keturunan Tionghoa yang mempraktekkannya di berbagai negara

Prabowo menggunakan perspektif Realist dalam Hubungan Internasional , “Si Vis Pacem, Para Bellum”, adalah KTP seorang realist, intinya ia akan mengutamakan Hard Power seperti kekuatan militer dan kekuatan ekonomi agar tidak ditindas. Pendekatan ini tidak salah namun terlalu kaku