Tempoe Doloe : Pilih Golkar Hidup Nyaman

Gambar dbuat dari imglip.com

Di media sosial sering terjadi perdebatan antara Kerinduan dengan Orde Baru,

Mereka yang rindu biasanya memiliki rasa nostalgia pada zaman dimana segalanya sangat sederhana dan tidak ada kebingungan dalam berpolitik ,  Dengan kata lain Pilih Golkar Hidup Nyaman ,bahkan jika ada daerah yang tidak 100 % Golkar maka akan terjadi ketakutan massal atas tidak diturunkannya bantuan dari pusat, data ini biasanya dijaga oleh masyarakat sekitar dan menjadi pengetahuan masyarakat saja

Mereka yang tidak rindu adalah yang merasa bahwa penyederhanaan partai yang tercantum pada UU No 3 1975 TENTANG
PARTAI POLITIK DAN GOLONGAN KARYA
,yang pada dasarnya membuat hanya dua Parpol ( PDI dan PPP) serta 1 Golkar

Mereka menganggap ini melanggar demokrasi karena pembentukan partai haruslah secara organik dan alami tidak diatur oleh pemerintah, dari sini lahirlah Golongan Putih , yaitu golongan yang tetap datang ke TPS namun sengaja membuat tidak sah suaranya.

Muak Dengan “Kumat”nya Perpecahan Menjelang Pemilu Zaman Now

Pemilihan umum adalah ajang kontestasi dimana partai politik dan calon-calonnya TIBA-TIBA peduli dengan masyarakat umum , dan tidak heran banyak perpecahan dan debat dramatis yang disajikan, bahkan kampanye hitam pun di lakukan

Terlebih Zaman Now dimana integrasi social media masuk kedunia politik, banyak Akun asli maupun palsu memasukkan agendanya ke comment section di FB, membuat WA group, dan memakai twitter, Yang sangat disayangkan adalah mereka bersifat sangat toxic , sehingga hampir tidak ada pembicaraan yang logis yang bisa dilakukan

Masyarakat Zaman Now tidak sedikit yang merasa Teracuni ,karena page FB mereka yang dimasuki oleh perdebatan Toxic ini baik melalui berita online maupun menyusup ke WA Group pertemanan mereka. Maka muncullah kerinduan Masa Orde Baru dimana tidak terjadi perdebatan politik.

Rindu Boleh, Balik Jangan

Kerinduan dengan masa Orde Baru dalam perspektif positive thinking , bisa dikatakan karena ketidaknyamanan masyarakat/ Netizen melihat kelakuan akun-akun asli maupun palsu simpatasian paslon yang bersifat toxic dan meracuni Home page social media mereka.

Namun kembali pada masa Orde Baru adalah Kesalahan , Walaupun Zaman Now/ Reformasi ini masih tidak sempurna namun inilah pengamalan yang lebih bagus dari kebebasan berpendapat.dan kita sedang belajar berdemokrasi setelah 32 tahun di atur cara berpikirnya

Anda Boleh Sinis dengan Kebebasan di Era Reformasi tapi pembentukan KPK  2002 adalah anak dari reformasi dan salah satu kunci Move On nya Indonesia ke negara yang maju adalah pemberantasan korupsi