1. Pro dan Kontra : Menghina atau Lucu-Lucuan     

Munculnya Capres fiktif ini membuat  banyak reaksi dari masyarakat  ada yang setuju maupun yang tidak setuju, yang tidak setuju adalah Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, kemunculan paslon ‘Dildo’ yang dianggap sebagai lucu-lucuan ini juga bisa memicu orang jadi antipati terhadap politik.

“Bisa mengarah ke situ, karena tidak puas karena hanya ada dua pasangan capres. Jadi ini yang jadi capres lucu-lucuan karena, ‘Ah sudahlah, kita lucu-lucuan saja, ngapain dua itu’. Jadi orang antipati terhadap politik. Ini sebenarnya tidak bagus, tapi ini kan suatu kondisi yang tercipta karena pilihan kita memaksakan hanya ada dua calon,” kata Hamdan, Sabtu (5/1/2019). Dilansir dari TribunNews (9/1/2019)

Sedangkan yang setuju seperti Komisioner KPU RI Viryan Azis mengaku juga mengikuti akun tersebut. Dengan adanya akun itu, ia menganggap justru menjadi hiburan terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Saya tadi malam sebelum tidur menemukan ada satu pasangan calon namanya Nurhadi-Aldo. Itu menjadi pengisi celah dari masih kurang riang gembiranya Pemilu kita,” kata Viryan di Kantor Bawaslu RI Jakarta Pusat, Selasa (8/1).Dilansir dari Merdeka.com (8/1/2019)

  • Menjadi Meme Yang Serius

Kata “Meme” dan “Serius” adalah perpaduan yang mengagetkan namun Satire Politik sudah ada sejak lama mulai dari Comedy Show di Amerika yang dibawakan oleh  Jon Stewart,Trevor Noah, Stephen Colbert,Seth Mayer.Di Indonesia Meme Dildo ini menjadi ajang anak muda untuk berpartisipasi dalam politik, alasannya dari sekedar have fun sampai alasan serius seperti mendobrak kakunya sistem politik Indonesia.Ide yang dibawa Dildo adalah untuk memerangi hoax dan ketegangan masyarakat menjelang pemilu.

  • Diluar Negeri juga ada
Lord Buckethead, dilansir dari graciadaily.uk(13/06/2017)

“Lord Buckethead “, adalah contoh yang sama motivasinya namun yang berbeda adalah Lord Buckethead memang masuk secara resmi bukan hanya fiktif belaka. Isu yang diambilnya adalah kekhawatiran Brexit yang akan menghancurkan United Kingdom  (UK) karena pada dasarnya dengan keluarnya UK dari European Union maka akan muncul dampak negative baik dari segi ekonomi maupun politik